Saat Anda menambah ketebalan atau ketinggian hak, ternyata juga menambah ketidakstabilan pada kaki. Pada high heels, pinggul miring ke depan, dan menambah lengkungan pada tulang belakang. Tulang belakang akan tertumpah ke belakang untuk mengoreksi keseimbangan, dan hal ini dapat menyebabkan pemampatan pada punggung bagian bawah. Pemakaian sepatu berhak tinggi yang terus-menerus juga dapat meningkatkan risiko radang pada ibu jari, kerusakan tulang telapak kaki, dan meningkatkan risiko jari yang melengkung. Hak yang terlalu tinggi juga membuat kaki merosot ke bagian depan sepatu karena beban tubuh tertumpu pada jari-jari kaki. Bila sepatu Anda model tertutup, jari-jari tentu akan sakit mengenai dinding sepatu.
Dampak Kesehatan Bila salah Pilih
Sepatu High Heels
- Kapalan (Penebalan kulit) Kapalan alias penebalan kulit dapat terjadi jika kita memilih sepatu yang tidak tepat. Jika Anda salah memilih model atau ukuran sepatu, kulit kaki Anda akan bergesekan dengan kulit sepatu. Tak jarang gesekan itu juga terjadi antara jari-jari kaki Anda. Gesekan terus menerus itu yang menyebabkan kapalan serta penebalan kulit.
- Heel Spur (Penumbuhan tulang) Heel Spur adalah penumbuhan tulang kecil yang menyerupai duri di bagian tumit. Hal ini disebabkan oleh peradangan yang menstimulasi sel-sel dalam tubuh membentuk tulang yang baru. Bentuk sol sepatu yang tidak baik dapat memicu peradangan tersebut. Akibat dari hell spur, akan terjadi rasa nyeri juga pembengkakan di sekitar pergelangan kaki.
- Kuku tumbuh ke dalam Salah memilih bentuk dan ukuran sepatu juga bisa merusak kuku kaki Anda. Tekanan yang disebabkan oleh ujung sepatu memaksa kuku untuk tidak tumbuh. Pertumbuhan kuku kaki Anda menjadi tidak normal, karena arahnya ke dalam.
- Radang
Sendi Berjalan dengan menggunakan sepatu hak tinggi akan
sedikit menekuk lutut. Akibatnya, beban terbebankan pada paha dan lutut
yang membuat Anda rentan terhadap cedera. Jika Anda berjalan dengan lutut
sedikit ditekuk, hal ini dapat memberi tekanan sebanyak 2 kali lipat lebih
besar pada tempurung lutut Anda dan meningkatkan risiko terkena radang
sendi.
Empat masalah di atas merupakan sedikit dari berbagai masalah yang bisa timbul karena Anda salah memilih sepatu. Nyeri punggung, saraf kaki yang rusak serta risiko kaki terkilir tentunya tak bisa dilupakan begitu saja. - Bunion dalam bahasa medis disebut Hallux Valgus. Sebenarnya ini salah satu masalah kaki yang paling umum. Terjadi perubahan struktur tulang dan sendi antara kaki dan ibu jari yang membuat tulang di sekitar sendi ibu jari menonjol keluar. Masalah ini juga lebih sering memengaruhi perempuan daripada laki-laki karena mungkin jaringan pengikat sendi yang menghubungkan tulang-tulang kaki pada perempuan lebih longgar daripada kaki laki-laki. Perubahan bentuk ini dapat berkembang dari ketidaknormalan pada fungsi kaki, atau sendi, tetapi paling banyak karena mengenakan sepatu yang tidak pas. Sepatu yang haknya terlalu tinggi membuat beban tubuh condong ke depan dan menekan jari-jari kaki. Sedangkan sepatu yang terlalu ngepas atau sempit, dengan ujung yang meruncing, dapat menyebabkan kaki mulai mengikuti bentuk ujung sepatu. Jari-jari mereka seakan diremas di dalam sepatu, menyebabkan tulang telapak kaki pertama menonjol keluar. Sepatu memang bukan satu-satunya penyebab ibu jari bengkak. Ada pula perempuan yang mewarisinya dari keluarga. Tidak ada satu penyebab saja dari perubahan bentuk ibu jari. Kadang-kadang bahkan tak ada hubungannya dengan sepatu. Namun sepatu memang merupakan faktor pemicu. Jika Anda mendapatkan kecenderungan untuk masalah kaki ini, sepatu yang tidak layak bisa memperparah masalahnya.
- Pemendekan Otot Betis Menurut penelitian berjalan dengan mengenakan hak tinggi menyebabkan otot-otot betis lama-kelamaan akan memendek sekitar 13 persen. Otot betis berkontraksi dan menyesuaikan sudut dari high heels. Akibatnya, otot menjadi lebih pendek dan tegang. Ketika Anda menukar sepatu berhak tinggi itu dengan sepatu datar, otot-otot diregangkan dalam suatu posisi yang tidak biasa dilakukan sehingga menyebabkan rasa sakit dan tidak nyaman. Perempuan yang memakai hak tinggi hampir setiap hari pasti akan melihat efek yang kronis pada otot-otot betis mereka. Otot-otot tersebut secara progresif akan menjadi lebih pendek, dan akan kesulitan untuk dipanjangkan lagi ketika sepatu berhak tinggi itu dilepaskan, dan Anda mencoba berjalan seperti biasa. Saat mengenakan sepatu berhak tinggi, Anda akan dipaksa berjalan dengan menumpukan badan Anda pada jari-jari kaki (berjinjit), mengurangi jarak antara pergelangan dan bagian belakang lutut. Dengan demikian, hal ini akan memaksa betis untuk berkontraksi. Bahkan, ketika Anda hanya mengenakan sepatu berhak sekitar 5 cm saja, hal itu sudah bisa mengakibatkan kerusakan otot dalam jangka panjang. Sering kali hal itu akan membuat perempuan merasa tidak nyaman saat mengenakan sepatu olahraga atau bahkan bertelanjang kaki. Meskipun demikian, Anda tak perlu cemas. Para peneliti menyarankan agar penyuka sepatu berhak tinggi rajin melakukan latihan peregangan setelah melepaskan sepatu tersebut untuk mencegah pemendekan otot-otot betis tadi. Salah satu latihan yang disarankan adalah, letakkan satu kaki pada anak tangga, dan kaki yang lain pada anak tangga di atasnya, lalu gerakkan tumit ke atas dan ke bawah untuk meregangkan otot-otot betis. Ulangi hal ini beberapa kali setelah melepaskan sepatu. Pasti, kaki Anda jadi terasa lebih nyaman setelah menukar sepatu itu dengan sepatu datar.
- Lutut Postur yang dihasilkan saat berjalan dengan high heels menambah paksaan pada bagian belakang lutut, daerah umum dari osteoarthritis di antara wanita. Menurut sebuah studi, tekanan sendi lutut meningkat sebanyak 26 persen ketika wanita mengenakan high heels.
- Postur High heels mendorong pusat massa pada tubuh ke depan, membuat pinggul dan tulang belakang tidak lagi sejajar. Dari samping, tubuh akan terlihat melengkung.
- Tekanan High heels mungkin saja membuat kaki tampak lebih jenjang. Namun, semakin tinggi hak sepatu Anda, semakin tinggi pula tekanan pada kaki bagian depan (pada jari-jari). Saat Anda mengenakan sepatu berhak 2,5 cm, tekanan akan bertambah 22 persen, sedangkan sepatu berhak 7,5 cm akan menambah tekanan sebanyak 76 persen.
- Tumor jinak Tinggi hak sepatu dan bagian depan sepatu yang sempit dapat menimbulkan penebalan jaringan saraf antara jari ketiga dan keempat, yang dapat menimbulkan rasa sakit dan mati rasa pada jari.
- Achilles tendon Ketika bagian depan kaki bergerak ke bawah sesuai arah haknya, urat keting akan menegang. Semakin tinggi haknya, semakin pendek uratnya, menciptakan sakit pada tumit.
- Akibatkan Payudara Turun Sepatu berhak tinggi membuat postur tubuh bagian atas membungkuk, demikian menurut Rachel Cosgrove, CSCS, penulis buku The Female-Body Breakthrough. Otot-otot pergelangan kaki mengencang, dan jika hal itu sering terjadi, otot sekujur kaki hingga punggung bagian bawah juga mengencang. Jika punggung bawah terasa kencang, biasanya Anda akan berusaha membuatnya lebih nyaman dengan mencondongkan diri ke depan. Turunnya payudara pun akan semakin parah.
- Kerapuhan Tulang Menggunakan sepatu berhak tinggi secara rutin bisa menimbulkan cidera kaki, dan menyebabkan terjadinya kerapuhan di bagian tulang kaki. Ditambah lagi, perempuan memiliki risiko yang lebih besar dalam masalah kerapuhan tulang. Resiko yang lebih besar ini disebabkan adanya hormon estrogen pada tubuh wanita, yang menyebabkan kemampuan perempuan untuk mengalami menstruasi, kehamilan, menyusui, dan menopause. Pada saat siklus tersebut terjadi, kalsium dalam tubuh perempuan akan hilang dalam jumlah banyak, dan menyebabkan tulang mudah keropos lebih cepat. Ketika mengenakan sepatu high heels, bagian kaki yang disebut head metatarsal memiliki tugas yang paling banyak dan berat, yaitu menopang seluruh bobot tubuh dalam satu titik. Jika tak terbiasa menggunakan sepatu jenis ini, Anda bisa mengalami cidera yang disebut osteoartritis. Osteoartritis ini disebabkan karena cairan “pelumas” di bagian persendian kaki (disebut cairan sinovial) terkikis, sehingga menyebabkan ujung-ujung tulang di persendian saling bergesekan satu sama lain. Gejala ini ditandai dengan rasa nyeri di bagian persendian pergelangan kaki. Jika penyakit ini dibiarkan saja, maka akan menyebabkan tulang semakin rapuh dan patah. Gesekan tulang, selain menyebabkan rasa nyeri, pada akhirnya akan berpengaruh pada kepadatan massa tulang dan menyebabkan osteoporosis, apalagi jika tidak didukung dengan asupan kalsium yang tepat untuk menjaga keutuhan tulang.
- Dampak Pada Ibu Hamil Seiring dengan pembengkakan di bagian kaki, maka high heels tidak lagi nyaman dipakai, bahkan beresiko menimbulkan nyeri. Dengan semakin besarnya perut, ibu hamil akan memerlukan alas kaki dengan hak yang rendah karena pusat gravitasi akan berubah sehingga menjaga keseimbangan juga lebih sulit. Di usia kehamilan 20 minggu, disarankan untuk memakai sepatu bertumit rendah, terutama bila Anda memiliki keluhan nyeri punggung. Pada saat mengandung, beban tubuh di bagian perut akan membuat tubuh condong ke depan dan mengganggu keseimbangan. Perlu diingat bahaya dari terjatuh saat hamil, bukan hanya beresiko untuk bumil, tapi juga janin dalam kandungan. Bentuk hak alas kaki sebaiknya dipilih yang tidak membebani kaki kerja dalam menjaga keseimbangan tubuh. Karena itu idealnya tinggi hak untuk alas kaki ibu hamil adalah 1-2 cm. Meski begitu, alas kaki dengan hak setinggi 3 cm masih bisa ditoleransi asalkan bentuknya tidak runcing namun lebar dan tebal sehinga bisa menyangga kaki dengan merata, seperti model wedges. Karena ukuran kaki selama hamil biasanya naik 1-2 nomor, pilihlah alas kaki yang ergonomis dan nyaman di pakai. Ini berarti pilih ukuran alas kaki yang sesuai. Alas kaki dengan bagian depan yang terbuka lebih disarankan karena ujung-ujung jari bisa lebih leluasa. Terakhir, pilihlah alas kaki dengan model yang mudah dipakai, tanpa perlu mengikat tali atau berjongkok.
- Platform
wedge
Sepatu sol tebal ini memang populer lagi sekarang, namun tergolong sol yang berbahaya karena platform yang lebar tersebut tidak memberikan fleksibilitas pada bagian kaki. Cidera yang paling sering dialami penggunanya menyebabkan kondisi “ballet break”. Hal itu terjadi ketika Anda tergelincir ke sisi samping kaki, sehingga menimbulkan fraktur stres. Agar bisa jalan-jalan di mall dalam waktu lama tanpa terasa capai, pilih saja sepatu dengan dukungan lebih pada bagian tumit sehingga Anda tidak akan berisiko mengalami keseleo pada pergelangan kaki. Mengurangi tinggi hak sepatu akan membantu meminimalkan jarak dari posisi kaki berdiri tegak dengan ketika jatuh. - Pencil
heels
Hak yang setipis ini merupakan salah satunya, dan sangat berbahaya karena orang tidak memiliki naluri keseimbangan saat berdiri di atas hak tersebut. Lagipula, hak yang sangat tipis akan mendesak tendon achilles, sehingga menyebabkan masalah pada kaki, sekaligus punggung dan lutut. Hak yang lebih tebal tidak akan begitu menekan pada jari-hjari kaki, sehingga memungkinkan lebih banyak keseimbangan. . - Hak
di atas 7,5 cm
Hak sepatu di atas 7,5 cm kerap menyebabkan cidera, saat digunakan untuk menari atau berjalan terlalu lama. Semakin tinggi haknya, artinya semakin kurang keseimbangannya. Ketika tergelincir, pergelangan kaki akan cidera dan mengakibatkan retakan atau robekan pada jaringan pengikat sendi. Bahkan, ada pula orang yang mengalami patah tulang gara-gara hak sepatu. Cidera paling parah yang saya tangani adalah seorang wanita yang pergelangan dan kakinya patah dalam tiga tempat yang berbeda setelah ia menari dengan sepatu tersebut. Berbagai department store saat ini menyediakan beragam model sepatu datar yang trendi. Untuk jalan-jalan, kenakan saja sepatu jenis ini. Sepatu model ballet shoes juga mudah dilipat dan dibawa ke dalam tas, sehingga jika sepatu hak tinggi yang Anda kenakan mulai terasa melelahkan, Anda bisa menggantinya dengan sepatu datar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar